FBMPP PARE (Forum Bahtsul Masa'il Pondok Pesantren Se-Eks Kawedanan Pare)

Organisai Pondok Pesantren Se-Korcam Pare

Flex Slider (Do Not Edit Here!)

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA, MOHON MAAF APABILA MASIH ADA KESALAHAN

Sample Text

Diberdayakan oleh Blogger.

Social Icons

Followers

Featured Posts

Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aqidah. Tampilkan semua postingan

Batasan Takfir (Pengkafiran)

Written By fbmpppare on Senin, 05 November 2012 | 16.29

 
Kerangka analisis masalah
Sebuah fenomena yang sudah terjadi sejak zaman sahabat sampai sekarang yaitu isu takfir sesama orang yang bersyahadah.  Akan tetapi, masalah takfir ini masih marak dilakukan berbagai golongan sesama, ada dari golongan Wahabi maupun dari sebagian golongan Sunni. Ini terbukti dengan pendakwaan takfir terhadap sesama sendiri dalam golongan Sunni Asy’ariyah dan Maturidiyah. Maaf isu yang sensitif ini perlu untuk segera dijawab karena akibat dari fitnah Wahabi dalam buku Mantan Kyai NU sampailah pergolakan di dalam badan NU sendiri.
Pertanyaan :
a.     Apa batas-batas seorang ahli syahadah dapat menjadi kafir?

Makhluq Pertama Kali

    
Kerangka analisis masalah
Salah satu perkara yang di pertentangkan oleh golongan Wahabi adalah kepercayaan bahwa makhluq pertama yang di ciptakan Allah adalah Nur Muhammad perkara ini juga menjadi kepercayaan sebagian dari golongan Nahdlotul Ulama.
Pertanyaan :
a.     Apakah Nur Muhammad adalah makhluq pertama yang di ciptakan Allah dan Apakah ada dalil nash atau lainnya?

Perbedaan Baqo Dan khulud


Kerangka analisis masalah
Semua alam semesta ini akan musnah dan tidak ada sesuatu yang kekal kecuali Allah subhanahu wa ta’ala, sesuai dengan sifat nya “ al Baqo ” yang berarti akhir tanpa batas dan waktu.Allah Berfirman :
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ (26) وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ (27) [الرحمن/26، 27]
Namun di dalam surat al-Nisa’ Allah juga berfirman :
تلْكَ حُدُودُ اللَّهِ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (13) [النساء/13]
Ayat di atas menerangkan bahwa orang yang taat pada Allah dan rosul-Nya akan di masukkan kedalam surga yang mengalir sungai di bawahnya dan kekal berada di dalamnya (lafadz-nya خالدين jadi bermakna kekal, bukan di kekalkan dan tidak memakai مخلودين. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang taat pada Allah ‘azza wa jall dan pada Utusan-Nya.
Dari kedua ayat tersebut memberikan kefahaman bahwa Allah ta’ala kekal begitu pula manusia juga kekal di alam surga.
Pertanyaan:
a.    Apa arti dan Perbedaan “kekal” dari dua sisi tersebut ?

Sifat Lima Puluh


Kerangka analisis masalah
Seperti yang sudah di ketahui oleh para santri sifat wajib bagi Allah ada dua puluh, yang muhal bagi Allah juga ada dua puluh, yang jaiz ada satu. Sedangkan sifat wajib bagi rosul ada empat, dan yang muhal juga ada empat, dan yang jaiz ada satu. Jadi sifat-sifat yang wajib di ketahui oleh muslim mukallaf ada lima puluh sifat menurut kutub al-Salaf al-Mu’tabaroh (walaupun masih terjadi khilaf). Tapi di balik itu semua Allah banyak memiliki sifat lebih dari dua puluh ex : al-Shobur al-Jabbar al-Mutakabbir dan yang jellas sifat-sifat Allah - yang wajib di ketahui atau tidak wajib di ketahui- tidak sama dengan sifat hawadits (selain Allah).


Pertanyaan :
a.    Dengan pertimbangan apa ulama mewajibkan muslim mukallaf hanya mengetahui lima puluh sifat bagi Allah dan rosul-Nya?

Makna Lafadz لا مَوْجُودَ الا الله


Kerangka analisis masalah
Sebagian kalimat dzikiran atau tahlilan yang sering di daerah-daerah seperti adalah :
لا اله الا الله لا معبود الا الله لااله الا الله لا موجود الا الله لااله الا الله لا مشهود الا الله.
Namun baru-baru ini, sedang hangat-hangatnya membicarakan tentang seorang Kyai yang dianggap kontroversial. Dengan lantang ia mengatakan tidak dibolehkanya berdzikir dengan shighat tersebut, karena terdapat kalimat لا موجود الا الله. Alasannya, kalimat tersebut bisa menyebabkan seseorang bisa kufur. Bukan sekedar cari sensasi ataupun popularitas belaka, namun Kyai tersebut berargument dengan tendensi beberapa statement ulama kontemporer dan klasik, termasuk yang ada di dalam kitab  al-Fatawi al-Haditsiyyah sebagai berikut :
/    الفتاوى الحديثية لابن حجر الهيتمي - (ج 1 / ص 340)
من أجل أساتذة الطريقة العلية السالمة من كدورات جهلة الصوفية وهي طريقة النقشبندية أنه قال في الريحانة الثانية منه ريحانة ذكر الاباه معنى لا إله إلا الله أن الذكر ثلاث مراقب في السلوك ففي الأولى يقدر لا معبود إلا الله وفي الثانية التي هي مرتبة السير إلى الله يقدر لا مقصود إلا الله وفي المرتبة الثالثة وهي السير في الله وهي مقام المنتهين يقدر لا موجود إلا الله فهو ما لم ينته السالك في السير في الله وذكر لا موجود إلا الله فهو كفر صريح أي ربما أدى إليه كما لا يخفى فأطلقه مبالغة في الزجر والتنفير لمن يدعى هذه المرتبة بالباطل فتأمله.
Pertanyaan:
a.    Sebenarnya apakah makna dari lafadz لا مَوْجُودَ الا الله   tersebut ?

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. FBMPP PARE - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger